Flag Counter

Senin, 06 Maret 2023

Sejarah Perkembangan Revolusi Industri Era 1.0 sampai 4.0 Baca selengkapnya di: https://sasanadigital.com/mengintip-perkembangan-revolusi-industri-mulai-era-1-0-sampai-4-0/

 Era Revolusi Industri 1.0 a. Perkembangan Revolusi Industri 1.0 Revolusi Industri 1.0 adalah era yang terjadi pada abad ke-18 (1760–1840). Pada kisaran tahun tersebut, penemuan mesin uap oleh James Watt merupakan awal terjadinya era ini di tanah Inggris sehingga membawa perubahan besar di berbagai sektor. Mesin uap yang berbahan bakar batu bara ini ditenagai oleh mesin dan kebanyakan diperuntukkan untuk produksi tekstil di Inggris.   Seiring berjalannya waktu, mesin uap berkembang pula di berbagai industri lain. Mulai dari pertanian, pertambangan, transportasi, sampai ke manufaktur pun mulai menggantikan tenaga manual. Pada era ini jugalah pertama kali kegiatan produksi dalam jumlah besar terjadi demi memenuhi kebutuhan yang semakin bertambah jumlahnya. Pertanyaannya, “Mengapa Inggris menjadi negara pertama yang melakukan revolusi industri?” Apabila dilihat dari latar belakangnya, revolusi industri 1.0 ini terjadi di negara Inggris karena disebabkan oleh beberapa hal: Situasi politik dan ekonomi yang stabil di negara Inggris Inggris kaya akan sumber daya alam Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi Dukungan pemerintah terhadap penemuan di bidang teknologi (Hak Paten) Arus urbanisasi dan perdagangan yang baik Munculnya paham ekonomi liberal Terjadinya revolusi agraria b. Dampak Revolusi Industri 1.0 Beserta Contohnya Perubahan besar tersebut ditandai dengan cara manusia dalam mengelola sumber daya serta memproduksi produk khususnya di beberapa bidang seperti, pertanian, manufaktur, transformasi, pertambangan dan teknologi di seluruh dunia.  Dengan adanya revolusi industri 1.0 tersebut akan menjadikan proses produksi yang ada menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah. Apa saja contoh penemuan di era revolusi industri 1.0? Berikut beberapa di antaranya: Mesin Uap Kereta Uap Sistem Produksi Skala Besar Era Revolusi Industri 2.0 a. Perkembangan Revolusi Industri 2.0 Setelah era 1.0 berakhir, revolusi industri pun masuk ke tahap selanjutnya yang dinamakan dengan era Revolusi Industri 2.0. Revolusi Industri 2.0 adalah era revolusi yang terjadi sekitar awal abad ke-19 (1870-an) dan berfokus kepada efisiensi mesin di setiap lini (Assembly Line) dalam proses produksi karena ditemukannya tenaga listrik. Pertanyaannya, “Mengapa penemuan listrik bisa memicu revolusi industri?” Jawabannya adalah karena pada saat itu tenaga listrik dinilai jauh lebih efektif untuk menggantikan tenaga manusia serta lebih efisien jika dibandingkan dengan tenaga uap, meskipun perusahaan harus mempertimbangkan 

untuk mengganti mesin-mesin yang telah diinvestasikan sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan apa yang diberitakan BBC di dalam salah satu artikelnya. Pada era ini, muncul produksi mobil secara besar-besaran yang mengharuskan kendaraan dirakit dari awal hingga akhir yang menyebabkan proses tersebut tentu tidak cepat dan tidak mudah. Dengan adanya perubahan mekanisme pada proses produksi di tahun 1913, menyebabkan proses produksi yang ada berubah total secara keseluruhan.  Proses produksi mobil tidak lagi memerlukan banyak tenaga untuk merakit dari awal hingga akhir. Diselesaikan dengan konsep Lini Produksi (Assembly Line) dengan memanfaatkan Conveyor Belt. Akibatnya, proses perakitan mobil bisa dilakukan lebih efisien oleh orang lain di tempat yang berbeda. Prinsip ini lalu berkembang menjadi spesialisasi, dimana 1 orang hanya menangani 1 proses perakitan. b. Dampak Revolusi Industri 2.0 Beserta Contohnya Dampak Revolusi Industri 2.0 lain yang paling terlihat adalah di saat Perang Dunia II, dimana kala itu produksi kendaraan perang seperti tank, pesawat, dan senjata tempur lainnya diproduksi secara besar-besaran. Apa saja contoh penemuan di era revolusi industri 2.0? Berikut beberapa di antaranya: Penemuan Arus Listrik AC & DC Alat Telekomunikasi Proses Produksi Massal Baca juga: Sukses Menghadapi Era Transformasi Digital Dengan Konsep 5C Era Revolusi Industri 3.0 a. Perkembangan Revolusi Industri 3.0 Revolusi Industri 3.0 adalah era yang terjadi sekitar awal abad ke-20 (1970-an) dan dipicu oleh perkembangan mesin-mesin pintar (Komputer & Software) berbasis teknologi otomatisasi yang perlahan menggantikan peran-peran manusia di lapangan. Pada era inilah dimulainya digitalisasi khususnya di dunia industri. Penggunaan komputer mulai menggantikan hal-hal yang dulunya dilakukan oleh manusia. Seperti mengirim dokumen, menghitung formula yang rumit, sampai membuat pencatatan keuangan.  Dikarenakan keberadaan dari Revolusi Industri 3.0 didasarkan pada penemuan mesin-mesin pintar, maka dapat dibilang ini merupakan revolusi yang sangat penting mengingat manufaktur menuntut ketepatan & ketelitian yang sangat tinggi, dimana dua hal tersebut sangatlah sulit dilakukan oleh manusia.  Penggunaan teknologi pun menjadi sebuah solusi yang tepat, sehingga produksi dalam jumlah yang besar dapat dilakukan secara otomatis, cepat, dan juga berkualitas. b. Dampak Revolusi Industri 3.0 Beserta Contohnya Dengan adanya revolusi industri 3.0, terjadinya perubahan pada pola relasi serta komunikasi yang terjadi pada masyarakat kontemporer.  Berbagai bisnis yang ada pun harus beradaptasi dan merubah cara kerjanya agar dapat menyesuaikan dengan keadaan yang ada dan tidak hilang tertelan karena adanya kemajuan pada zaman ini. Selain itu, kemajuan teknologi komputer yang terjadi saat itu yang berkembang dengan sangat pesat setelah Perang Dunia II selesai.  Berbagai penemuan seperti semi konduktor, transistor, hingga kemunculan IC (Integrated Chip) yang membuat sebuah komputer dapat berukuran lebih kecil, menggunakan daya listrik yang sedikit pula, dan kemampuan menghitung dan menerima perintah yang semakin canggih. Apa saja contoh penemuan di era revolusi
revolusi industri 3.0? Berikut beberapa di antaranya: Teknologi Komputer Teknologi Internet Perangkat Elektronik Perangkat Lunak (Software) Era Revolusi Industri 4.0 a. Perkembangan Revolusi Industri 4.0 Era Revolusi Industri 4.0 telah menjadi perbincangan banyak pihak. Pemerintah, Industri, dan Perusahaan mengerahkan segala strategi untuk menghadapinya. Tapi sebelumnya, apa itu Revolusi Industri 4.0? Revolusi Industri 4.0 adalah era yang saat ini kita jalani di mana pengembangan teknologi lebih lanjut seperti internet berkecepatan tinggi, komputerisasi, microchip, IoT, kecerdasan buatan (AI), machine learning, deep learning, cloud analytics, bahkan kendaraan otonom yang merevolusi setiap proses mulai dari produksi hingga distribusi dan berfokus kepada keberlanjutan (Sustainability). Teknologi ini menciptakan konektivitas antara Manusia-Data-Mesin. Teknologi baru yang belum pernah ada sebelumnya pun bermunculan di era ini seperti ojek online, tarik tunai lewat ponsel, sampai warung digital. Dalam skala industri, Revolusi Industri 4.0 meningkatkan kemampuan software dan internet untuk meningkatkan efisiensi perusahaan.  Salah satu contohnya adalah pengumpulan data historis mesin oleh software yang digunakan untuk menjadwalkan maintenance bulanan secara otomatis.  Data-data tersebut nantinya akan diproses oleh algoritma, sehingga menghasilkan keputusan logis layaknya manusia. Baca juga: 5 Faktor Utama Meningkatkan Daya Saing di Era Industri 4.0 b. Dampak Revolusi Industri 4.0 Beserta Contohnya Sejak diperkenalkannya teknologi ini, perusahaan dapat mengotomatiskan seluruh proses produksi tanpa bantuan manusia. Contoh yang diketahui dari hal ini adalah robot, yang melakukan urutan terprogram tanpa campur tangan manusia. Apa saja contoh penemuan di era revolusi industri 4.0? Berikut beberapa di antaranya: Big Data Internet of Things (IoT) dan Industrial Internet of Things (IIoT) Cloud Computing Artificial Intelligence (AI) Smart Manufacturing Augmented Reality (AR) Virtual Reality (VR) Cyber Security

Baca selengkapnya di: https://sasanadigital.com/mengintip-perkembangan-revolusi-industri-mulai-era-1-0-sampai-4-0/
Baca selengkapnya di: https://sasanadigital.com/mengintip-perkembangan-revolusi-industri-mulai-era-1-0-sampai-4-0/

0 komentar:

Posting Komentar